Postingan

Lirik Dialetika Melamun - Garis Imajiner

Dialetika Melamun Sebelum malam datang kali ini, ku duduk tenang bersama secangkir kopi. Lembut sapa angin menyisir hati, membelai senja merangkai mimpi. Malam mulai menggangu mataku, gemercik air memecah bisu. Asap bersabda membasuh pilu, parasit menyusup di relung kalbu. REFF : Pergilah.. Wahai gelombang. Bangkit dan lekatkan kembali, sela itu. Menjauhlah.. Dari hidupku, biar ku rangkai bunga yang kau rusak. Malam mulai menggangu mataku, gemercik air memecah bisu. Asap bersabda membasuh pilu, parasit menyusup di relung kalbu.

Di Desa - Garis Imajiner

Di Desa lirik  Aroma tanah basah, mengenang.. Dedaunan cantik, mengalun, mengolah jiwa. Selalu mataku termanja, hatipun luluh, terenyuh terkunci nyaman. Beradu dalam malam.. Suara binatang hutan.. Di manakah, bisa kita rasakan? REFF : Di desa, aku ada.. Bersawah, aku hidup.. Berternak, aku berteman.. Oh desaku, yang ku rindu. Gemercik air sungai, menjelma, Nada-nada sejuk yang indah, merasuk hati. Beradu dalam malam.. Suara binatang hutan.. Di manakah, bisa kita rasakan?